Komedi, TV, Anak-Anak

Dari semua acara komedi di indonesia, akhir2 ini gw lagi senang2nya nonton stand up comedy. Stand comedy kayanya memberi angin segar bagi kita2 yang udah bosen dengan pola komedi konvensional.

Kalo liat acara komedi konvensional yang ada di Indonesia sekarang ini entah kenapa ada satu pola yang sama, yaitu acara menyiksa salah satu pemain.

Coba aja kita liat kaya di OVJ aja, dalam setiap episodenya pasti aja ada adegan nyiksa Azis Gagap, ato kalo di Pesbukersnya ANTV ada pasti pemain yang gundul (gw ga tau namanya, kita sebut aja dia Si Gundul, he..) yang dibedakin palanya dan dijorok2in, itu baru yang sifatnya fisik belum lpenyiksaan yang sifatnya verbal, yang dibilang jelek lah ato apa lah.

Ok, gw tau semua itu cuman akting, tapi menurut gw ejekan2 yang dilontarkan, kadang udah menjurus kearah penghinaan dan pengancuran citra sesorang (jiah…, gaya betul).

Mungkin udah pada tau ada kasusnya Olga yang dilaporin oleh Komite Penyiaran Indonesia (gw ga tau akhir kasusnya gimana) karana dianggap mengina kelompok atau orang tertentu, ini nih bukti bahwa tidak selalu ejekan2 yang dilontarkan oleh para komedian membuat masayarakat terhibur .

Lalu yang bikin ati gw miris nih, kadang2 adegan penyiksaan ini yang ditunggu2 ama penontonnya, pas Azis Gagap dijorokin atau Si Gundul kepalanya dibedakin, semua penonton umumnya akan tertawa sangat lepas, menertawakan ketragisan nasib orang2 itu. Gw cuman mau nanya, kenapa??? Kenapa elo ketawa di atas penderitaan orang lain, apa elo ga tau kalo dikehidupan normal hal yang kaya gitu termasuk penginaan dan penganiyaan.

Elo boleh bilang gw rese banget ngurusin yg kaya beginian, toh mereka itu dibayar, mereka seneng2 aja diperlakukan kaya gitu, kenapa mesti kita yang ribet, nyantai aja….

Ok, mereka dibayar, mereka seneng2 aja ngelakuinnya tapi coba lo bayangin kalo yang nonton itu ade lo, anak lo ato keponakan lo yang masih kecil, mereka akan meniru itu guys….

Anak kecil ga punya daya saring sekompleks orang dewasa, mereka akan menerima apa yang dia liat sebagai sebuah kenyataan. Mereka menganggap apa yang mereka liat di TV itu sebagai sebuah kenyataan bukan akting (apalagi jam tayang acara2 kaya gini ada yang saat anak2 masih pada melek).  Makanya jangan heran kalo suatu saat ada anak kecil nenteng2 botol bedak terus meniupkan bedak di atas kepala temennya, ato ada anak kecil  yang hobi ngejorokin temennya.  Kalo anak kecil kelakuannya kaya gitu besarnya dia mau jadi apa??? Jadi preman kaya Jhon Kei?

Eniwei, balik ke stand up comedy, emang ada beberapa comic yang menurut gw mulutnya ga disekolahin, yang kalo lagi tampil juga suka menampilkan aib orang, gw juga ga suka yg kaya gini. Tapi, masih lebih banyak comic yang mengkritisi pemerintah ato tatanan hidup masyarakat yg salah, gw menyambut positif comic2 yg kaya gini. Walaupun kembali, untuk merubah masyarakat kita ga bisa dengan cuman ngelawak (ya iya lah…)

Lalu apa solusinya? TV udah ga bisa jadi media pembelajaran buat anak2, terlalu banyak tayangan yang ga edukatif dan sarat nuansa kekerasan. Lalu berarti kita ga boleh nonton TV? Ya jangan juga, ini era digital lo ga nonton TV, sama aja kaya tinggal di gua. Sebisa mungkin kalo ade lo, anak lo ato keponakan lo yang masi kecil lagi nonton TV, mesti ada orang dewasa yang ngikut juga. Nah, tapinya orang dewasa ini bukan cuman sekedar ngikut aja, tapi jadi filter acara-acara di TV yang ga baik. Kalo tayangan ga cocok buat anak kecil mending pindahin chanelnya. Ato kalo emang ga ada juga acara yang bagus, elo ajak tu anak2 kepada kegiatan yg positif, ajak main permainan2 yg edukatif, ato ajak aja tu anak ngaji ke masjid.  Ya gimana pun juga anak kecil itu dibentuk oleh lingkungan terdekatnya, jadi pastikan elo memberikan pengajaran yang baik buat anak2 di sekitar elo.

Orang-orang hebat di dunia macam Muhammad Al Fatih sang penakluk Konstatinopel, ato Umar bin Abdul Azis Sang Pemimpin Sukses, sejak kecil mereka telah disuasanakan dengan lingkungan yang baik oleh orangtuanya, diberikan pengajaran yang baik, serta dikontrol perkembangan pemikiran dan sikapnya.

So, kalo lo mau generasi kita pada ga rusak perbaiki sikap dan omongan lo, karena mereka akan meliat lo sebagai panutan.

PENGUKUR KECEPATAN ANGIN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52

Ni dia hasil perjuangan selama 12 bulan, cekidot…

PENGUKUR KECEPATAN ANGIN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52

Neny Kurniawati, Dr. Suryajaya, Prihatin Oktivasari, M.Si Program Studi Fisika Fakultas MIPA Unlam, Jl. A. Yani Km 36 Kampus Unlam Banjarbaru Kalsel

ABSTRAK

PENGUKUR KECEPATAN ANGIN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 (Oleh: Neny Kurniawati; Pembimbing: Dr. Suryajaya, Prihatin Oktivasari, M.Si; 2011; 37 halaman)

Pada penelitian ini telah dibuat alat pengukur kecepatan angin dengan cara mendeteksi perputaran baling-baling menggunakan sensor inframerah, yang kemudian dihitung sebagai frekuensi (rotasi per menit). Hardware yang diperlukan yaitu: sensor infra merah, sumber tegangan DC, mikrokontroler dan hyper terminal (komputer). Software yang digunakan yaitu, Bascom 8051 dan AEC_ISP. Mikrokontroler yang digunakan merupakan keluarga MCS-51 keluaran Atmel yaitu AT89S52. Kalibrasi alat dilakukan dengan mengambil 10 data kecepatan angin yang bertujuan untuk mendapatkan hubungan knot dengan rpm. Pada pengujian alat didapatkan alat yang dibuat dapat berfungsi dengan baik pada ketinggian 1 meter untuk pembacaan kecepatan angin antara 0 – 5 knot, sedangkan untuk kecepatan angin diatas 5 knot alat tidak dapat berfungsi dengan baik.

Kata kunci: kecepatan angin, anemometer, mikrokontroler, sensor infra merah

ABSTRACT

MEASURING WIND SPEED BASED ON MICROCONTROLLER AT89S52 (By: Neny Kurniawati; Advisor: Dr. Suryajaya, Prihatin Oktivasari, M. Si; 2011; 37 pages)

In this study gauges wind speed is made by detecting rotation of a propeller using infrared sensors, which then calculated as frequency (rotations per minute). The hardware used are: infrared sensors, DC voltage source, microcontroller and hyper terminal (computer). Software used namely, Bascom 8051 and AEC_ISP. Microcontroller used is the MCS-51 family of Atmel AT89S52. Calibration of equipment is done by taking 10 wind speed data in order to get the knots relationship with rpm. On testing measuring wind speed AT89S52 microcontroller-based available device that can function well at a height of 1 meter to the reading of wind speed between 0-5 knots, while for wind speed above 5 knots tools can not properly.
Key words: wind speed, anemometer, microcontroller, infrared sensors

A. Pendahuluan

Angin adalah gerakan atau perpindahan masa udara pada arah horizontal yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara dari satu tempat dengan tempat lainnya. Angin diartikan pula sebagai gerakan relatif udara terhadap permukaan bumi, pada arah horizontal atau hampir horinzontal.

Indonesia memiliki potensi kecepatan angin 2 – 6 m/s, dengan potensi angin seperti itu dapat dihasilkan 9,29 GW energi listrik (Indonesia Energy Outlook, 2005) sedangkan kapasitas terpasang saat ini baru 0,0005 GW (ESDM, 2005).

Berdasarkan dari Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi (Staklim) Kelas I Banjarbaru, pada saat ini belum dapat diketahui potensi energi angin di Kalimantan Selatan. Hal ini disebabkan alat pengukur kecepatan angin atau anemometer yang terdapat di  Kalsel sangat terbatas, yaitu hanya mempunyai tiga anemometer, dua berada di Banjarbaru (Kantor Staklim dan Bandara Syamsudin Noor) dan yang lain berada di Bandara Stagen Kotabaru (http://www.alpensteel.com/index.php). Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk membuat alat pengukur kecepatan angin yang portable, sehingga dapat digunakan pada setiap tempat untuk memudahkan pengukuran.

Kecepatan angin bervariasi dengan ketinggian dari permukaan tanah, sehingga dikenal adanya profil angin, dimana makin tinggi gerakan angin makin cepat. Kecepatan angin diukur dengan menggunakan alat yang disebut Anemometer atau Anemograf.

Telah ditemukan berbagai alat pengukur kecepatan angin. Leon Battista Alberti seorang arsitek Italia adalah orang yang pertama kali membuat anemometer, dia menfaatkan perputan baling-baling berbentuk setengah bola sebagai pendeteksi kecepatan angin. Hasil penelitian Alberti kemudian dijadikan acuan dalam pembuatan anemometer berikutnya.

Seiring berkembangnya teknologi, anemometror terus berinovasi. Pada awalnya pengukuran kecepatan angin  hanya terbatas untuk mengetahui kecepatan sesaat saja, namun kemudian berkembang sistem komputerisasi yang memungkinkan kecepatan angin dapat diketahui secara real time. Bentuk anemometer pun mulai berkembang tidak hanya berbentuk setengah bola dengan 3 atau 4 mangkok. Terdapat anemometer sonik yang mengukur berapa banyak gelombang suara perjalanan antara sepasang transduser yang dipercepat atau diperlambat oleh pengaruh angin, serta terdapat pula anemometer thermal yang mengukur perubahan suhu sebagai efek dari adanya perubahan hembusan angin.

Sistem otomatisasi dan kontrol juga berperan besar dalam pengukuran kecepatan angin dan perkembangan alat pengukurnya.  Pada penelitian ini dibuat alat pengukur kecepatan angin berbasis mikrokontroler AT89S52, rancangan yang digunakan adalah dengan memanfaatkan perputaran baling-baling setengah bola dengan 4 mangkok dan dimaksimalkan agar alat tersebut dapat memudahkan untuk pengukran dilapangan (portable).

Permasalahan penelitian ini difokuskan pada pembuatan alat pengukur kecepatan angin berbasis mikrokontroler AT89S52 yang akan digunakan untuk mengukur kecepatan energi angin.

Tujuan penelitian ini adalah mengkalibrasi alat pengukur kecepatan angin berbasis mikrokontroler AT89S52 dengan anemometer standar yang terdapat di Badan Meteorologi dan Geofisika Banjarmasin dan membuat pengukur kecepatan angin berbasis mikrokontroler AT89S52.

B. Metodologi

Penelitian dilakukan selama 12 bulan terhitung mulai bulan Februari 2010 – Januari 2011. Penelitian dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dilaksanakan di Laboratorium Pengembangan Fisika Progran Studi Fisika Fakultas MIPA Univertitas Lambung Mangkurat Banjarbaru Kalimantan Selatan, yaitu pembuatan alat pengukur kecepatan angin berbasis mikrokontroler, penentuan karakteristik dan kalibrasi alat, analisa dan pengolahan data kalibrasi.

Hardware yang dierlukan yaitu: sensor infra merah, sumber tegangan DC, mikrokontroler dan hyper terminal (komputer). Software yang digunakan yaitu, Bascom 8051 dan AEC_ISP.

Prosedur penelitian ini adalah:

1.    Pembuatan Alat Pengukur Kecepatan Angin Berbasis Mikrokontroler AT89S52

Alat yang dibuat memanfaatkan perputaran baling-baling yang terbuat dari plastik. Dari perputaran baling-baling ini akan didapatkan kecepatan dalam satuan rpm (rotasi per menit). Untuk memdeteksi jumlah putaran yang dihasilkan oleh baling-baling digunakan sensor inframerah, yang diletakkan seperti pada gambar

(a)                                                           (b)

Gambar 1. Rancangan Prototipe Alat

(a)    Penampang Luar

(b)   Penampang Dalam

Sensor inframerah terdiri dari dua bagian yaitu pemancar (transmitter) dan penerima (receiver) rangkaian sensor seperti pada gambar 3.2. Perhitungan perputaran berdasarkan pada pantulan sinar inframerah yang dipancarkan oleh transmitter. Ketika sinar infra merah mengenai plat indikator akan terjadi pantulan yang kemudian akan diterima oleh receiver. Pantulan sinar inframerah tersebut kemudian mengakibatkan terjadinya perubahan tegangan keluaran sensor. Keadaan ini menjadi indikasi bahwa telah terjadi 1 putaran setiap adanya perubahan tegangan keluaran sensor.

Pada mikrokontroler akan diprogram untuk membaca jumlah perputaran terhadap waktu kemudian mengkonversi satuannya dari rpm menjadi knot.

2.    Kalibrasi Alat

Proses kalibrasi alat merupakan langkah penyesuaian pembacaan pada alat dengan anemometer standar yang sudah ada sebagai pembanding pembacaan kecepatan angin. Pembanding yang digunakan adalah anemometer di Badan Meteorologi dan Geofisika Banjarmasin. Pada tahapan ini peneliti akan mengamati seberapa jauh perbedaan pembacaan data alat yang sudah dibuat dengan pembacaan pada alat standar sehingga dapat diperoleh data perbandingan yang nantinya akan digunakan untuk menyempurnakan pembacaan alat dengan memberikan penguatan yang sesuai.

3.    Pengolahan dan Analisa Data

Pada pengolahan data ini dilakukan konversi data perputaran per menit (rpm) yang didapat pada pengukuran dengan alat yang dibuat menjadi data kecepatan angin (knot). Selain itu dilakukan juga pengujian kecocokan alat, data pengujian alat akan diolah dengan uji statistik, yaitu uji t untuk data berpasangan.

C. Hasil dan Pembahasan

Ketika sinar inframerah yang dipancarkan mengenai plat indikator perputaran, maka sinar ini akan memantul dan ditangkap oleh photodioda yang pada keluarannya akan dibaca sebagai tegangan (volt). Photodioda menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0.7 V pada saat plat indikator tidak melewati sensor dan menghasilkan keluaran sebesar 1.7 V pada saat dilewati oleh indikator. Oleh karena rentang tegangan yang dihasilkan sensor pada kondisi ini sangat kecil (1.0 V), maka ditambahkan rangkaian pembagi tegangan seperti tampak pada gambar 4, sehingga rentang tegangan keluaran sensor menjadi lebih besar, yaitu 4,7 V ketika tidak dilalui plat indikator dan 7,2 mV ketika dilalui plat indikator. Perbesaran rentang ini bertujuan untuk memudahkan pembacaan pada mikrokontroler, sehingga ketika pada tegangan 4.7 V maka akan terbaca oleh mikrokontroler sebagai logika 1 (high) dan pada tegangan 7,2 mV terbaca sebagai logika 0 (low).

Kalibrasi yang dilakukan yaitu dengan cara membandingkan alat pengukur kecepatan angin yang dibuat dengan anemometer standar yang terdapat di BMG Stasiun Meteorologi Banjarmasin. Alat yang dibuat diletakkan berdekatan dengan anemometer standar dengan ketinggian bervariasi, yaitu 2 meter, 1 meter dan di atas permukaan tanah, sedangkan anemometer standar diletakkan pada ketinggian 10 meter dari permukaan tanah. Variasi ketinggian pemasangan alat bertujuan untuk mengetahui sensitifitas dari alat yang dibuat

Dari hasil pengujian awal didapatkan alat akan berfungsi dengan baik pada ketinggian 1 meter. Pada ketinggian 2 meter baling-baling berputar terlalu kuat sehingga perputaran indikator tidak terdeteksi lagi oleh sensor inframerah, sedangkan ketika alat diletakkan di permukaan tanah baling-baling alat justru tidak dapat berputar karena angin mencapai kecepatan dibawah 7 knot. Oleh karena itu untuk kalibrasi alat digunakan ketinggian 1 meter dari permukaan tanah.

Pada pengujian awal alat dengan ketinggian 1 meter dihasilkan kecepatan angin yang terbaca pada alat pengukur yang dibuat hingga angka 5 knot, sedangkan pada saat kecepatan angin di atas 5 knot, sensor sudah tidak dapat mendeteksi perputaran baling-baling lagi, karena sudah tidak ada perubahan tegangan yang dideteksi oleh sensor. Keadaan ini terjadi karena ketika perputan baling-baling sangat cepat (kecepatan angin tinggi) sensor tidak dapat lagi menangkap perbedaan warna pada indikator yang berwarna putih dan ketika tidak ada indikator, sehingga tidak ada perubahan tegangan yang dikeluarkan oleh sensor.

Berdasarkan grafik pada gambar 2 terlihat bahwa semakin besar nilai kecepatan angin (dalam knot) maka frekuensi (dalam rpm) juga akan semakin besar, hal ini sesuai dengan persamaan hubungan kecepatan linear dengan kecepatan sudut

Gambar 2 Grafik Hubungan Pembacaan Alat dengan Anemometer Standar

Dari grafik didapatkan persamaan y = 0.088x + 0.573, dengan nilai akurasi data sebesar 96.6%. Persamaan ini kemudian dimasukkan ke dalam program yang dibuat sebagai konstanta peubah dari satuan rpm menjadi knot.

Dalam pembuatan pengukur kecepatan angin ini program yang dibuat adalah program untuk menghitung laju perputaran tiap menit (rpm) yang berasal dari pembacaan sensor inframerah. Pembacaan rpm ini kemudian dikonversi menjadi knot yang disesuaikan dengan data kalibrasi. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bhasa Visual Basic. Dalam pembuatanya digunakan dua software yaitu, Bascom 8051 dan AEC_ISP.

Gambar 3. Antarmuka Pengukur Kecepatan Angin

Berbasis Mikrokontroler AT89S52

Hasil pembacaan kecepatan angin yang telah dibaca sensor kemudian akan ditampilkan pada komputer menggunakan port RS 232. Data kecepatan ditampilkan melalui hyper terminal yang sudah terdapat pada setiap komputer dengan OS Windows. Hyper terminal terdapat pada menu Accessories à Communications à Hyper Terminal. Antar muka alat dapat dilahat pada gambar 4.

Kecepatan angin yang diperoleh dikirim satu per satu secara berurutan dalam rentang waktu tiap 2 detik. Data tiap 2 detik ini akan menjadi acuan untuk mendapatkan rata-rata kecepatan angin per satuan waktu tertentu.

Dalam pengujian alat, alat yang telah dibuat diletakkan selama 20 menit berdekatan dengan anemometer standar. Pengambilan data dilakukan setiap 1 menit.

Gambar 4. Grafik Pengujian Alat

Dari hasil pengujian alat terdapat selisih pembacaan pada beberapa data. Pada grafik pencocokian pembacaan alat di atas dapat dilihat bahwa ada 3 titik pada kurva yang tidak berimpit, yang berarti bahwa pada ketiga kondisi tersebut alat yang dibuat tidak menampilkan kecepatan angin yang benar. Adanya perbedaan pembacaan ini dikarenakan alat yang dibuat tidak dapat membaca adanya perubahan tegangan keluaran sensor pada saat kecepatan angin berada pada angka ≥ 5 knot. Akan tetapi untuk kecepatan angin < 5 knot, alat yang dibuat menunjukkan angka yang mirip dengan anemometer standar.

Untuk menilai kelayakan alat perlu dianalisis menggunkan uji statistik yakni uji t, berdasarkan data kecepatan angin yang didapat dari anemometer standar dengan alat yang dibuat. Anemometer standar diasumsikan sebagai X1 dan alat yang dibuat sebagai X2. Uji t menggunakan nilai rata-rata dari masing-masing data, nilai rata-rata ini kemudian dimasukkan ke dalam rumusan thitung, jika thitung< ttabel maka hipotesis nihil yang diterima atau data pertama dengan data kedua tidak terdapat perbedaan. Jika thitung> ttabel maka hiupotesis nihil ditolak atau terdapat perbedaan antara data pertama dengan data kedua.

Dari hasil perhitungan uji t didapatkan perbandingan thitung (1,3784) < ttabel(2,4334) pada nilai signifikan 95%, hipotesis nihil diterima. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa “Tidak terdapat perbedaan antara data pertama pertama dengan data kedua”.

D. Kesimpulan

Dari hasil penelitian pengkur kecepatan angin berbasis mikrokontroler AT89S52 didapatkan kesimpulan sebagai berikut:

1.        Kalibrasi alat dilakukan dengan mengambil 10 data kecepatan angin dan  didapatkan persamaan hubungan rpm dan knot sebesar y = 0.088x + 0.573, dengan nilai akurasi data 96.6%.

2.        Alat yang dibuat terdiri atas hardware dan software yang berbasis mikrokontroler AT89S52, dipengujian alat didapatkan alat berfungsi dengan baik pada ketinggian 1 meter untuk pembacaan kecepatan angin antara 0 – 5 knot, sedangkan untuk kecepatan angin ≥ 5 knot alat tidak dapat berfungsi dengan baik.

3.        Berdasarkan hasil uji t untuk data pengujian alat didapatkan perbandingan thitung (1,3784) < ttabel(2,4334) pada nilai signifikan 95%, yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan antara data pertama pertama dengan data kedua.

E. Ucapan Terimakasih

Dr. Suryajaya dan Prihatin Oktivasari, M.Si selaku dosen pembimbing; Dekan FMIPA, Ketua Program Studi Fisika, seluruh dosen, staf administrasi, rekan mahasiswa Fisika FMIPA UNLAM, dan teman-teman di Angkatan Muda Al-Baythar atas bantuan dalam menyelesaikan skripsi; Pimpinan BMG Stasiun Meteorologi Banjarmasin atas ijin untuk melakukan kalibrasi. Orang tua dan keluarga yang memberikan dukungan penuh dalam menyelesaikan kuliah di program studi.

F. Daftar Pustaka

Areny, RP, Webster, Jg. 2001. Sensors and Signal Conditioning Second Edition. Wiley-Interscience Publication, United States of America.

Boyle. G, 1996. Renewable Energy Power for a Sustainable Future. The Oxford University and Open University, United Kingdom.

de Jarjayes, O. 2010. Rata Rata Kecepatan Angin Di Indonesia

http://www.alpensteel.com/article/47-103-energi-angin–wind-turbine–wind-mill/892–rata-rata-kecepatan-angin-di-indonesia.html

Diakses tanggal 27 Januari 2010

Harnawan, AA, Sugriwan, I. 2008. Pemanfaatan Perbedaan Suhu untuk Mengukur Kecepatan Aliran Udara Permukaan Bumi sebagai Upaya Penentuan Potensi Angin Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Laporan Penelitian Dosen Muda FMIPA UNLAM, Banjarbaru.

Hecht, E.  2002. Optics 4th Edition. Addison Wesley: New York.

Hartono. 2008. Statistik Untuk Penelitian. Lembaga Studi Filsafat Kemasyarakatan dan Perempuan: Yogyakarta.

Kamal, I. 2008. Infra-Red Proximity Sensor (I)

http://www.ikalogic.com/cat_sensors_measurment/ir_prox_sensors.php

Diakses tanggal 04 November 2010

Kuphaldt. TR.2009.Lessons Industrial Instrumentation.

http:www.pacontrol.com/industrialinstrument.php

Diakses tanggal 16 Pebruari 2011.

Sears, FW, Zemansky, MW. 1994. Fisika untuk Universitas 1 Mekanika, Panas, Bunyi. Penerbit Binacipta: Jakarta

Usman.2008. Teknik Antarmuka dan Pemrograman Mikrokontroler AT89S52. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Ikanku Mati….

yup,  ikanku mati….,

ceritanya aku punya dua ekor ikan yang saya pelihara dalam sebuah akurium bowl kecil, nyambung dari post sebelumnya, akuarium ini sudah selama lebih dari 1  minggu belum dibersihan dan karen kebutekkan air akuarium yang sangat mengganggu penglihatan setiap berada di kamar membuat daku tergerak untuk membersihkan akuarium

dengan semangat 45 saya pun melakukan gerakan pembersihan akuarium ini, ritual ini dimulai dengan berdo’a kepada Allah SWT agar saya diberi keselamatan selama menjalankan tugas, ini penting teman siapa tau ketika saya menimba air untuk air penganti saya terjatuh ke dalam sumur

- sekedar info,  akuarium saya tidak menggunakan air dari PDAM, kenapa?? karena air PDAM di Banjarbaru amat sangat berbau kaporit yang tentu saja tidak baik untuk ikan -

tanpa ada firasat apapun saya lalu mencabut colokan airator

-kalo ada yg ga tw apa itu airator, airator adalah mesin yang bisa mengeluarkan oksigen, plis deh masa ini mesti dijelaskan juga, lama-lama judul postingan ini bisa berubah menjadi “bagaimana memelihara ikan hias di akuarium, panduan untuk pemula”-

akuarium saya bawa ke belakang ke dekat sumur, saya lalu menimba air memindahkan air ke dalam ember tanpa menyadari ada sesuatu yang aneh ketika kedua ikan tersebut di masukkan ke dalam ember yang berair bersih. tanp-a melihat-lihat isi ember saya dengan gigihnya membersihkan akuarium agar menjadi bersih kembali -dan ternyata ini tidak gampang karena ada beberapa noda yg menempel di kaca-, setelah akuarium bersih saya kembali menghampiri ember tempat sang ikan ditempatkan sementara dan melihat kejadian aneh dalam ember hitam tersebut

alfa:  (berada di dasar ember, mulutnya megap-megap)

neny:  (takjub melihat gejala alfa pengen ngomong, memindahkan pandangan kepada betha)

betha:  (dengan santai berenag di permukaan air, nyari oksigen)

untunglah adegan di atas tidak berlangsung lama, setelah itu saya langsung bertindak cepat dengan memsukkan kembali ikan ke dalam akurium, membawanya ke kamar  dan memsang aerator, untuk beberapa menit si alfa masih megap-megap di dasar akuarium, saya panik, sementara betha terlihat cuek saja tidak juga berusaha menenenangkan saya (plis deh gimana caranya coba?). setelah beberapa menit berlalu alfa mulai bergerak normal dan saya pun bisa bernapas lega kembali pada komputer yang tengah menyala (maksunya dalam keadaan ON atau kalau dalam bahasa elektronikanya komputer ini sedang dalam keadaan 1 atau High bukan menyala yang mengeluarkan api, masa ini juga mesti jelaskan?)

berakhirkah sudah masa-masa suram ini? ternyata tidak saudara-saudara, tidak beberapa lama kemudiian terjadi hujan disertai angin kencang (saking kencengnya angin ini pintu halaman belakang kos saya sampai jebol, ya walaupun sebelumnya emang udah rapuh sih) yang mengakibatkan PLN mengambil keputusan untuk melakukan pemadaman listrik, jles listrik padam, saya mematikan komputer dan menyalakan lilin, setelah magrib hujan sudah reda didorong oleh rasa lapar kerana seharian belum makan saya pun bersama zulfa keluar untuk membeli makan, lilin di kamar saya matikan saya ganti dengan emergency lamp yang sudah agak lowbet biar safety aja.

sepulang dari mencari makan saya tidak meliat-liat ke arah akuarium (karena memang gelap), kami pun lalu makan dan ngobrol, setelah itulah saya baru menemukan alfa sudah dalam kondisi tidak bernyawa,

saya panik

mengeluarkan alfa dari air memeriksa nafasnya dan tidak menemukan tanda-tanda kehidupan

masih panik

keluar kamar ke ruang tengah

Isty keluar dari kamar Ani

Neny: Is…, ikanku….

Isty: Ka… ka ni pingsan di kamar

Zulfa: Apa is?

Istu: Ka Ani pingsan

Neny, Isty,  Zulfa: menuju kamar Ani mencoba menolong Ani

beberapa saat kemudian

Ani: ko pada ngumpul disini?

Neny: ikanku mati…

Zulfa, Isty, Ani: hahahaha…..

Neny (pergi kembali ke kamar )

saya pun mengangkat jenazah Alfa yang sudah kaku menggunakan sendok dan membawanya keluar kamar

Isty: udah ka dikubur aja terus kita selamatan

Neny: mending beli ikan baru kali daripada selamatan ni ikan

cerita Alfa pun berakhir di selokan belakang kos

sebenarnya komentar Isty tadi membuat saya jadi merenungi beberapa fenomena orang-orang yang begitu mencintai hewan peliharaannya, malah saya pernah membaca berita bahwa seorang artis hollywod rela mengoperasi matanya agar mirip dengan kucing peliharaanya, naudzubillah

padahal Allah berfirman dalam surat Aql-Baqarah ayat 165:

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

Ya Allah semoga dengan matinya Alfa ini bisa membukakan hati dan fikiran saya untuk tidak terlalu mencintai ikan-ikan ini secara berlebihan, amin…

Ps: sepertinya Alfa gagal dalam adaptasi terhadap habitat barunya di air yang lebih bersih, apakh ini yang dinamakan seleksi alam? Betha sepertinya kebingungan dengan keadaan barunya tanpa Alfa

Gagal Membuat Kita Semakin Pintar

sepertinya mesti  gagal dulu supaya kita tau dimana letak kesalahan kita.

awal cerita ini dimulai dengan angan-angan indah bisa seminar hasil di akhir bulan desember 2010, jadilah saya yang merupakan tokoh utama dalam cerita ini memulai untuk mewujudkan angan-angan ini dengan mengambil alat yang di pesan di blk sekitar lebih dari 1 bulan  yang lalu, keingan tulus ikhlas untuk lulus ini membuat saya kemudian memutuskan untuk keesokan harinya melakukan kalibrasi alat di bmg, tapi ternyata Allah berkehendak lain, alat yang sudah begitu diperjuangkan selama berbulan-bulan ini ternyata tidak bekerja sebagaimana yang diharapkan, huhuhuhu T_T

karena katanya dalam setiap kejadian yang menimpa kita ada sebuah ibrah yang diberikan Allah kepada kita, maka saya harus mengkaji apa ibrah yang terkandung dari kegagalan yang saya alami ini. dan saya pun mulai berpikir (tsah).

beberapa hal yang saya bisa petik dari kegagalan ini adalah:

  1. jangan menunda-nunda pekerjaan, setelah saya telaah ternyata selama ini saya terlalu banyak menunda-nunda pengerjaan alat ini, saya terlena dengan aktifitas  lain, yang sebenarnya ga penting-penting amat sehingga ketika datang waktu tayangnya saya keteteran dan tergesa-gesa yang membuat hasil tidak maksimal.
  2. saya kurang merincikan design alat yang dibuat dan menyampikan aspek massa alat, yang sebenarnya merupakan aspek yang cukup urgen dalam penelitian ini
  3. uji coba lab harus dilakukan sebelum saya melakukan penelitian dilapangan
  4. saya terlalu berharap Allah memberikan hasil yang saya inginkan, sementara saya belum memaksimal ikhtiar saya, Astaqfirullah..

beberapa hari ini saya sedang membaca buku Al Qandas Al Kamil Kegagalan yang Sempurna karangan Akin. dalam satu bagian dari buku itu terdapat sebuah paragraf  yang menurut saya sesuai untuk keadaan saya saat ini, begini kalimatnya – Bahkan Thomas Alfa Edison, dalam menciptakan bola lampu, dia konon gagal sebanyak 9.999 kali.  Namun apa kata dia?  “Aku tidak gagal, aku berhasil membuktikan bahwa 9.999 jenis bahan mentah itu tidak bisa dipakai.  Aku  akan meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok.”  Bisa kita bayangkan, mungkin saja saat ini kita masih sibuk menyalakan petromak saban malamnya, andai Edison memutuskan menyerah saat mengalami kegagalanya yang pertama. – yup saya baru sekali ini gagal, jadi tidak ada alasan bagi saya untuk menyerah, tapi kegagalan ini harus bisa membuat saya belajar dan belajar akan membuat saya semakin pintar.

STILL RUN, STILL FIGHT, BUT STILL TAWAKAL TO ALLAH

PS: eniwei, sudah lebih dari 1 minggu ini akuariumku belum dibersihkan, maafkan daku Alfa, Betha (nama ikan malang si penghuni akuriumku), saya berjanji besok tempat tinggalmu akan saya bersihkan

Alfa & Betha, ketika air akuarium masih bersih

Alfa dan Beta ketika air akuarium masih bersih, sekarang keadaannya tidak sebaik di photo ini

Ngomongin Obama

walau katanya ngomongin orang itu dosa, entah kenapa saya merasa perlu menggunjingkan obama, hehehe…

beberapa hari yang lalu obama udah menyelesaikan lawatannya ke Indonesia (btw, saya sempat ikut aksi usir obama di depan gubernuran kalsel, tsah). dari serentetan kekesalan saya pada obama ada satu hal yang paling ngeseliiiiiinnnnn banget, hal itu adalah…..jreng..jreng…jreng…, SAYA BENCI DENGAN SEMUA KELEBAYAN PEMERINTAH RI DALAM MENYAMBUT DAN MENJAMU OBAMA

saya kesel banget, apa itu pemerintah RI pada g mikir apa, kalo sebenarnya kita tuh malah dilecehin ama obama dan as. dari sebelum kedatangannya aja udah banyak banget protokoler yang sebenernya ga perlu lah dibikin ribet, ini pake ada acara staf dari as yang survey duluan lah ngecek ruangan, senjata lah, apalah lg, duh kalo mw kunjungan yang datang-datang aja langsung, ga usah ribet lah, takut amat, SANTAI AJA KALI. dan yang lebih memalukan lagi pemerintah RI ga protes tuh, jadi semakin jelas deh keliatannya kalo negara ini adalah negara bonekanya si AS, udah gitu pa Beye sampai manggil si Bama dengan sebutan “yang mulia”, gini nih kalo si bujang dah ketemu ama tuannya.

ada satu artikel yang kayanya bisa membuka pikiran kita tentang kejadian ini, klik aja disini

nah kan keliatan banget deh bagaimana buruk rupanya AS tuh, jadi jangan so simpatik deh ama obamacuma kerena dia pernah tinggal di Indonesia dan keterunan Muslim, dia tetap aja penjahat, yang namanya penjahat mawu dia sebangsa ke, seagama ke tetap aja mesti dimusuhin

diantara bencana

marilah kita bersama-sama berdo’a untuk para korban bencana di merapi dan mentawai

ada satu hal yang sngat sya syangkan dari tragedi merapi, terutama dari sekian banyaknya korban yang jatuh, hanya karena kepercayaan sesat terhadap sang juru kunci yang dianggap dapat menyelamatkan dari letusan gunung merapi. sungguh sebuah alasan yang sangat tidak logis untuk tetap bertahan di tangah gunung berapi yang tengah dinyatakan dlam status gawat. lepas dari permasalahan bahwa jatuhnya korban merupakan qada dari Allah , seyogyanya kematian itu terjadi bukan dalam keaadaan mempercayai kekuatan yg bukan berasal dari Allah (syirik), wallahualam. semoga Allah mengampuni

semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua dan bisa menjadi bukti bagaimana kekuasaan Allah yang tidak terbatas yang dapat dengan mudah membolak-balikan dunia jika Dia mau

out of topic,  sekarang udh tanggal 29 oktober yang artinya kemaren tanggal adalah hari sumpah pemuda. tadi malam wktu saya liat apa kabar indonesia malam ada semacam perayaan di museum sumpah pemuda jakart dimana acaranya dihadiri oleh berbagai elemen pemuda. ada satu komentar yang menarik dan kontra dengan pemikiran saya, komentar ini datang dari tokoh Persatuan pemuda muhammadiyah, ketika ditanya bagaimana tanggapannya dengan adanya segelintir kelompok yang menginginkan berubahnya azas bangsa menjadi berazaskan Islam, dia malah ngomong “menurut saya, pancasila sudah mengakomodir Islam, pancasil merupakan harga mati, tidak perlu lagi mempermslahkan entitas piagam jakarta”. hey bung Anda salah bukan pancasila yg mengakomodir Islam, tapi Islam lh yang seharusnya mengakomodir semuanya, saya jadi eragukan entitas Anda sebagi pemuda Muslim, huhuhu. bukan Islam yang tunduk terhadp pancasila buatan manusia itu, tapi pancasila lh yang semestinya tunduk terhadap Islam yang merupakn sumber otentik segala macam azas kebenaran karena datangnya dari Tuhan yang tidak ada duanya di dunia ini (Allah). so yang mengaku Muslim mesti tunduknya sama aturan Islam bukan Pancasil, demokrasi dan segala acam azas butan manusia yang lin.

eniwei, tanpa terasa uadah setahun dari kongres mahasiswa muslim indonesia, munurut saya ini nih yang namanya pemuda harapan, befikir lebigh global tentang bagaiman perbaikan umat secara kesuluruhan bukan hanya terpaku pada permasalahan di Indoneis doang. ketika kongres pemuda 1928 cuma berbicara persatuan pemuda Indonesia (yg sampai sekarang belum terwujud) kongres mahasiswa muslim justru merumuskan perstuan umat di seluruh dunia di bawah panji Islam dan berazam (bersumpah) untuk terus berjuang (g cuma mengaku macam sumpah pemuda itu) mewujudkannya sampai nyawa terpisah dari raga, top baget dh pokoknya.

BANGKITLAH PEMUDA ISLAM, BEBASKAN PEMIKIRAN-PEMIKIRAN SESAT, BUKTIAN PADA DUNIA BAHWA HANYA ISLAMLAH YANG LAYAK MEMIMPIN DUNIA

ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!

Serba Serbi

kemaren hari yang lumayan melelahkan, akhirnya saya bisa jua serius mengerjakan skripsi, BRAVO…

kemaren udah ketemu dosen, ketemu pa Edi di BLK, ketemu ka livi bwt nanya program (yang ternyata programnya beda banget dg apa yang saya inginkan huhu), trus bikin rancangan buat kalibrasi d BMG. sekarang ini lagi mesen komponen buat apa” yg kurang (yang ternyata banyak bgt kurangnya, hohoho), btw ada satu alat yang g ketemu di delta electronic maupun digiware, apa alatnya yang terlalu jadul ya??

eniwei, saya lagi semangat’nya beberapa hari ini, semoga semangat ini g kendor lagi, hahaha. projectnya udah kelar setengahnya, masalahnya sekarang ada pada program buat kontrolnya, sulit banget  ternyata, jadi merasa bersalah g menyimakdg benar mata kuliah mikroprosessor taon lalu (maafkn daku Pa Ichsan), alhasil sekarang jadi belajar lagi dari nol (FIGHT).

by the way saya baru aja liat artikel yang bagus banget tentang Soeharto yang diusulkan jadi pahlawan nasional artikelnya bisa diliat disini dan disini. well, 2 artikel ini sudah membuka mata saya bahwa Soeharto amat sangat tidak pantas dianggap sebagai pahlawan.

semoga kita tidak termasuk orang-orang yang Soehartois, amin…

Skripsiku ga kelar-kelar

GALAU (stres mode on

gila lama-lama aku bisa gila nih, bayangkan saudara-saudara saya sudah terlambat lulus 1 semestter, biar lebih mendramatisir saya ulang lagi, TERLAMBAT LULUS 1 SEMESTER…. dan yang parahnya keterlambatan ini bukan karen ada mata kuliah yang bermasalah tapi karena project yang saya kerjakan dengan amat sangat lelet + malas (terkutuklah wahai kau setan pemalas)

skripsi ini udah dimulai dari awal tahun 2010 dan sampai sekarang belum juga kelar-kelar (huhuhuhu). skripsi yang judulnya keren ini (tetep narsis)- btw judulnya “Pengukur Kecepatan Angin Berbasis Mikrokontroler AT89S52 dengan Transmisi Data Jarak Jauh”- entah kenapa begitu sulit saya selasaikan. apa terlalu sulit bagi saya??? atau saya yang kelewat bego???

over all, sekarang project ini uadah nyampe setengahnya, wish me luck guys, dan do’akan saya tetap bersemangant mengerjakannya…. amin….

Diskusi Publik HIV/AIDS

Akhirnya selesai juga tugas jadi panitia Dispub HIV/AIDS. Thanks berat bwt anggota seksi kesekretariatan yg telah dengan ringan hatinya membantu koordinator yg sebenarnya tidak terlalu baik ini (salut bgt bwt kalian, kerja tidak berdasar siapa pemimpinnya, tp amanahnya).

HIV/AIDS yang menjadi momok bagi hampir semua umat manusia, ternyata bersumber dari tidak patuhnya umat manusi dengan ketentuan Tuhan (Allah SWT). coba banyangin aja kalo misalnya manusia ga pernah nge-drugs, seks bebas, dll, penyakit ini pasti g akan pernah muncul kan???

entah kenapa saya rasa saya ptut juga bersukur atas adanya penyakit ini. ya kan? coba kalo penyakit ini g ada mana tau kita kalo nge-drugs, seks bebas, dkk tu g baik. jadi kalo ada PSK ato pecandu yg kena AIDS, sukurin. Moga dengan dikasihnya penyakit ini kepada kalian, kalian jadi insyaf. Amin (benar ga sih doanya)

My blog

Bog ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri…

sebagai tempat untuk memuat ide-ide kreatif sya yang hampir tidak pernah ada, ha…ha….

Yup yg jelas this my blog.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.